Beranda » Pendidikan » Sastra dan Wanita

Sastra dan Wanita

Menyimak penyajian salah satu pemakalah utama dalam Seminar Internasional Sastra Bandung beberapa bulan lalu tentang feminisme dalam sastra menambah khazanah pengetahuan tentang peran yang dapat dilakukan seorang wanita. Karya sastra yang dibuat kaum hawa dapat menjadi sarana yang tepat untuk saling mendekatkan diri antarsesama wanita, mempererat perasaan antarwanita dan saling menguatkan dalam memaknai peristiwa kehidupan. Melalui sastra, wanita dapat mengekspresikan segala hal yang mungkin hanya dapat dipahami oleh sesama wanita. Sering kita mendengar bahwa tidak mudah dalam memahami seorang wanita. Menurut kaum pria, wanita penuh misteri. Kemisterian yang kadang timbul dari seorang wanita sebenarnya merupakan hal yang sangat unik dan patut diapresiasi oleh sesama wanita.

Kebiasaan-kebiasaan yang mungkin dialami para wanita di antaranya dalam hal menetapkan pilihan busana yang akan dikenakan untuk sebuah acara. Mungkin beberapa wanita (atau semua?) pada saat memilih busana untuk sebuah acara lebih dari satu kali ganti. Apalagi jika acara tersebut merupakan acara istimewa yang memerlukan kepercayaan diri yang tinggi. Jika kebiasaan itu diungkapkan seorang wanita dalam bentuk karya sastra mungkin akan menjadi bacaan yang dapat memberikan nilai tersendiri. Sebuah puisi yang pernah penulis baca, karya seorang mahasiswi dan ditulis ulang oleh dosennya dalam sebuah makalah, sempat membuat perasaan ini terharu yang amat dalam meskipun isinya hal biasa dan mungkin sering diungkapkan banyak penyair, namun dapat menjadi hal luar biasa tatkala kesederhaan itu ditulis dengan “hati” dan dibaca dengan “hati” pula.

Jika Anda pria, yang ingin disayangi wanita, sapalah dia dengan “sastra” karena wanita pada uumumnya senang akan bahasa sastra. Jika Anda wanita, hati-hati dengan bahasa sastra yang dilontarkan pria karena mungkin di dalamnya terdapat duri yang akan melukai perasaan Anda.