Beranda » Pendidikan » Terapi Kesehatan melalui Pendekatan Ibadah

Terapi Kesehatan melalui Pendekatan Ibadah

Sebuah buku karya seorang Guru Besar dari IAIN Sunan Ampel Surabaya berjudul Terapi Shalat Tahajud telah menjadi inspirasi bagi sejumlah orang dalam pengobatan berbagai macam penyakit.  Buku tersebut berasal dari disertasi beliau pada saat menyelesaikan program doktoralnya di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya. Meskipun isi dan bahasanya sangat berbau akademis dan mungkin agak sulit dipahami orang awam, namun hasil kajian dan pembuktian ilmiahnya cukup memesona untuk dibaca dan diamalkan. Ide brilian yang diangkat dalam penelitiannya yaitu berasal  dari hadis Rosulullah Saw. bahwa ” Shalat tahajud dapat menghapus dosa, mendatangkan ketenangan dan menghindarkan dari penyakit. (HR. Tirmidzi). Beliau menghubungkan antara isi hadis tersebut dengan hasil penelitian bahwa ketenangan dapat meningkatkan ketahanan tubuh imunologik, mengurangi resiko penyakit jantung dan meningkatkan usia harapan.  Sebaliknya, stres dapat menyebabkan seseorang rentan terhadap infeksi, mempercepat perkembangan sel kanker dan meningkatkan metastasis.

Berdasarkan hasil analisis beliau, tidak sembarang orang yang melaksanakan shalat tahajud memperoleh faedah yang bagus untuk kesehatannya karena dalam kenyataannya terdapat sejumlah orang yang terbiasa melaksanakan shalat tahajud namun tetap tidak memiliki kesehatan yang bagus.  Melalui hasil penelitannya disimpulkan bahwa pengamal solat tahajud yang dapat memperoleh faedah positif yaitu mereka yang mengamalkannya dengan ikhlas.  Konsep ikhlas didefinisikan atas paradigma psikobiologi yang merujuk pada teoti GAS, yaitu terpeliharanya homeostatis tubuh setelah subjek menjalankan solat tahajud. Bagi subjek yang normal secara kuantitas tercermin pada terkendalinya sekresi kortisol (hormon stress) dalam rentang 38-690 nmol/L (pagi hari pada pukul 06.00-09.00 wib). Jadi hormon kortisol (hormon yang timbul karena stress) dijadikan sebagai tolok ukur ikhlas tidaknya subjek penelitian pada saat menjalankan solat tahajud. Simpulan dari penelitian beliau menujukkan bukti bahwa solat tahajud dapat menurunkan sekresi hormon kortisol. Penurunan hormon tersebut dipengaruhi oleh pelaksanaan solat tahajud yang tepat, kontinu, khusuk dan ikhlas. Keadaan tersebut menumbuhkan persepsi dan motivasi positif dan memengaruhi coping. Yang dimaksud dengan coping adalah suatu mekanisme untuk mengatasi perubahan yang dihadapi atau beban yang diterima. Apabila coping berhasil maka seseorang dapat beradaptasi terhadap perubahan  atau akan merasakan beban berat menjadi ringan. Respon emosi positif dan coping yang efektif itulah yang dapat mengurangi reaksi stres sehingga kortisol tidak diproduksi secara berlebihan.

Penelitian di atas adalah salah satu penelitian tentang manfaat suatu ibadah yang dibuktikan melalui cara-cara ilmiah. Sebagai manusia beriman tentu saja dalam melaksanakan sebuah ibadah kita jangan hanya terdorong mau melakukannya setelah terbukti manfaatnya  melalui sebuah riset ilmiah.  Riset ilmiah hanya merupakan sebuah cara manusia untuk menggali tabir yang belum terkuak. Adapun jika hal itu berefek pada bertambhanya keimanan seseorang hal itu adalah hikmah dari sebuah tindakan. Tentu saja langkah tersebut merupakan jalan yang ditunjukkan Allah kepada manusia untuk lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita.

Selain melalui solat tahajud, masih banyak jenis ibadah lain yang dijadikan terapi pengobatan yang bermanfaat untuk kesehatan  oleh sejumlah masyarakat. Terapi air (wudlu), zikir, sodaqoh dan puasa di antaranya. Dalam salah satu ayat dalam Alquran Allah berfirman, “Ingatlah (berzikirlah) kepada-Ku niscaya hatimu akan tenang”. Dengan sangat jelas dalam ayat tersebut Allah  menjamin bahwa dengan berzikir hati kita akan tenang. Ketenangan, menurut penelitian sain seperti yang dijelaskan dalam penelitian tentang manfaat solat tahajud jelas menyebabkan merununkan  hormon kortisol , hormon stres yang merugikan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s