Beranda » Pendidikan » Merancang Impian Baru

Merancang Impian Baru

Awal tahun merupakan harapan baru bagi sebagian manusia. Tulisan tentang tips merencanakan  dan menyusun proposal kegiatan yang akan dilakukan pata tahun tersebut berseliweran dalam berbagai media. Berbagai impian dan target pun dicanangkan disertai berbagai analisis dan cara menanggulangi kemungkinan masalah yang akan dialami.   Optimistis dan percaya diri pun merupakan modal awal untuk menggapai impian baru. 

Merancang impian dan rencana-rencana untuk menggapainya tentu bukanlah hal yang tabu. Agama mengajarkan manusia untuk selalu optimis dalam menghadapai masa depan. Pencanangan impian dan harapan yang kita tulis dalam proposal kehidupan sejatinya merupakan doa tertulis, aksi dari impian dan harapan tertulis itu merupakan doa yang benar-benar nyata. Lantas, mengapakah kadang-kadang pada salah satu impian dan rencana kita yang telah kita canangkan pada jauh-jauh hari belum sepenuhnya dapat dilalui bahkan mungkin agak melenceng dari target yang kita harapkan. Usaha kitakah yang salah? atau Allahkah yang tidak menghendaki usaha yang kita lakukan? Sebagai umat beragama, barangkali kita pun sepakat pada peribahasa yang mengatakan bahwa manusia hanya mampu berencana, Allahlah yang  menentukan. Tanpa bermaksud menggurui, hanya merupakan pengingat diri, barangkali kita masih harus berpikir dan bekerja keras manakala kita belum mampu menggapai impian yang telah kita rancang sebelumnya. Bukankah masih banyak kesempatan yang dapat kita rancang sebagai impian baru pada hari ini? Allah pasti punya rencana lain atas kekurangberhasilan kita dalam menggapai impian. jalan pun masih panjang untuk kita lalui. Kita masih memiliki kesempatan yang cukup lapang untuk memperbaiki visi dan misi kita, memperbaiki kesalahan yang telah kita lakukan dan meningkatkan prestasi yang pernah kita capai. Pencapaian sebuah kesuksesan besar selalu satu paket dengan pengorbanan dan perjuangan yang juga tidak mudah. Allah pun berfirman bahwa setelah kesulitan itu pasti ada kemudahan. Allah pun tidak menimpakan sebuah beban kepada seseorang di luar kemampuan orang yang bersangkutan. Sebuah masalah sejatinya sebuah cambuk untuk mencapai impian yang lebih besar.

===========================================================================           Dalam salah satu fase kehidupan, mungkin kita pernah mengalami masa hampa, bingung mau melakukan apa karena sebuah fase sudah terlalui dengan baik. Barangkali di sanalah kita perlu waspada dan bersiap menghadapi permasalahan. Bukan untuk menantang masalah atau menghindari masalah, namun bersiap menyelesaikan masalah. Hidup kita sejatinya berupa untaian masalah yang harus kita selesaikan.  Masalah mungkin muncul dari rencana-rencana baru kita atau bahkan mungkin Allah memberinya dengan cuma-cuma  agar kita dapat menyelesaikan masalah tersebut sehingga kita dapat menjadi lebih baik. Nilai seseorang menjadi hebat manakala dia mampu menyelesaikan masalah-masalah besar. Kemampuan seseorang dalam menyelesaikan masalah besar tentu saja diawali dengan kepiawaian dia dalam menyelesaikan masalah-masalah kecil. Layaknya seorang murid yang duduk di bangku sekolah, soal yang harus diselesaikan dalam ujian kenaikan kelasnya selalu berjenjang sesuai dengan tingkat kelas dan tingkat sekolahnya. Taksonomi Bloom yang merupakan jenjang kognitif di dunia pendidikan dimulai dari hal yang paling rendah berupa ingatan atau hapalan sampai tingkat mengevaluasi merupakan cerminan ujian kehidupan. Demikian juga tingkat kesulitan hidup yang kita lalui dalam kehidupan selalu diawali dengan masalah-masalah kecil. Masalah-masalah besar muncul tatkala kita sudah mampu menyelesaikan masalah kecil tadi. Merancang impian baru dan melaksanakannya merupakan jalan terbaik bagi kesuksesan dalam  mencapai kelas yang lebih tinggi .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s