Beranda » Kesehatan » Khasiat Enzim Pangkal: Salah Satu Anugerah-Nya yang Patut Disyukuri

Khasiat Enzim Pangkal: Salah Satu Anugerah-Nya yang Patut Disyukuri

  • The Miracle o Enzyme, sebuah buku karya Hiromi Shinya, MD dari Jepang secara tak sengaja tersapu oleh tatapan penulis di sebuah toko buku di Bandung beberapa waktu lalu. Berpuluh menit penulis berhasil menangkap intinya lewat scanning dengan penuh penasaran karena trik provokatif pada  judulnya. Kata “keajaiban” benar-benar manjadi magnet terhadap rasa kepenasaran penulis yang saat itu sedang haus baca. Daftar isi semakin memicu kepenasaran dengan salah satu isinya yang menyatakan bahwa susu menyebabkan peradangan.  Kepenasaran  semakin menjadi saat membaca kalimat di barisan berikut yang  menyatakan bahwa minum susu yang terlalu banyak menyebabkan osteoporosis. Demikian juga tentang pernyataan bahwa sebagian besar penyakit disebabkan oleh kebiasaan, bukan keturunan.  O la la…., betapa bodohnya kita selama ini, kalau memang benar bahwa nenek moyang kita tidak seratus persen mewariskan penyakit yang dideritanya. Pernyataan-pernyataan serupa yang sering mengkambinghitamkan nenek moyang sehubungan  dengan berbagai macam penyakit sedikit demi sedikit agak mengendur dalam pikiran penulis. Bahkan penlis langsung bersyukur meskipun belum membaca isi paragraf sepenuhnya. “Saya bisa selamat dari penyakit keturunan yang konon belum ada obatnya di dunia ini, diabetes”, begitu hati ini berbisik.

Paragraf di atas adalah paragraf pembuka untuk mengantarkan cerita  selanjutnya. Cerita ini penulis tulis sebagai ungkapan bahagia  dan ungkapan rasa syukur  pada Allah yang telah memberi kesempatan  untuk membaca buku yang benar-benar memiliki keajaiban bagi perjalanan hidup ini. Meskipun mungkin bagi beberapa pembaca bukan hal yang baru lagi atau bahkan sudah menjadi berita usang. Tidak masalah, berita usang bisa untuk mengingatkan kita, barangkali Anda sebagai pembaca sudah agak melupakannya atau bahkan mengabaikan isinya. Intinya, penulis ingin berbagi kebahagiaan, sebagai aplikasi dari hasil baca  terhadap buku itu, sama sekali bukan untuk mempromosikannya karena penulis tidak ada hubungan apapun dengan penulis, penerjemah maupun dengan penerbitnya. Ya, hanya untuk berbagi. Buku tersebut mengungkapkan bahwa dalam tubuh kita terdapat sebuah enzim, penulis buku menyebutnya sebagai enzim pangkal yang memiliki keajaiban yang mahadahsyat, begitu kira-kira penilaian  terhadap enzim tersebut. Kekurangan enzim tersebut dapat menyebabkan kanker, sedangkan manfaatnya dapat menyembuhkan kanker. Itu baru salah satunya.

Ketertarikan penulis  selanjutnya sekaitan dengan ajaibnya enzim, Hiromi Shinya menyebutnya enzim pangkal, adalah pernyataan yang menyatakan bahwa dorongan energi emosi yang positif-yang muncul dari cinta, tawa, dan kebahagiaan– dapat menstimulasi DNA untuk memproduksi limpahan enzim pangkal, yang beraksi sebagai bio-katalis untuk memperbaiki sel-sel. Nah, karena hal itulah penulis  benar-benar tertarik untuk berbagi kebahagiaan ini karena kebagiaan ini akan memicu membiaknya enzim pangkal dalam tubuh , dan insya Allah  berpengaruh positif pada tubuh penulis. Implikasinya, Anda sebagai pembaca jika merasa senang membaca tulisan ini pun insya Allah akan berdampak baik juga pada enzim pangkal Anda. Ibarat sistem bisnis MLM, banyak yang diuntungkan.

Penulis sengaja mencetak tebal sederetan kata-kata dalam paragraf kedua karena hal itu, menurut pandangan awam penulis sangat penting untuk kita kritisi. Kata “cinta”, “tawa” dan “kebahagiaan” merupakan kunci dalam memproduksi enzim ajaib ini. Oleh karena itu, perbanyaklah memupuk perasaan-perasaan itu. Ungkapan lama sering kita dengar bahwa banyak tertawa membuat orang awet muda, demikian juga dengan cinta. Cinta dapat membawa kebahagiaan, cinta dapat membahayakan juga jika kita salah kaprah dalam memaknainya. Saling menyayangi, saling mencintai antar sesama niscaya akan menumbuhkan enzim pangkal yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Cinta memang tidak terhalang oleh ruang dan waktu. Setiap insan yag mencintai saudaranya akan senantiasa diberi kebahagiaan, kebahagiaan itulah sebagai pemicu tumbuhnya enzim pangkal itu. Berulang penulis  tulis untuk mempertegas betapa pentingnya manusia saling membagi cinta, demi kelangsungan hidup juga tentunya.

Berpangkal dari perasaan cinta, yang pasti dimiliki semua mahluk bernyawa, maka berbahagialah Anda yang masih memiliki perasaan cinta, cinta yang tulus, tanpa pamrih, tanpa diikuti oleh kata”karena”. Mengapa? Karena jika cinta diikuti kata karena, misalnya: saya mencintainya karena dia baik kepada saya, dsb maka jelaslah bahwa cinta seperti itu tidak tulus.

Kembali kepada enzim, Muhamaad Rasulullah Saw dalam salah satu hadisnya bersabda bahwa ketika kita mengunyah makanan maka kunyahlah sebanyak 33 kali karena hal itu akan menyehatkan tubuh. Hal itu sangat berhubungan dengan proses tumbuhnya enzim pangkal. Pernyataan itu beliau sabdakan sekian ribu tahun  yang lalu, sekian abad sebelum penulis buku keajaiban enzim mengadakan penelitian dan menuliskannya ke dalam buku yang diberi judul The Miracle of Enzim, buku yang sudah menjadi bestseller dan diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa di dunia. Sabda Rasulullah itu telah membuktikan bahwa Allah telah membekali manusia dengan begitu lengkap. enzim pangkal salah satunya. Itulah anugerah-Nya yang pantas kita syukuri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s