Beranda » Pendidikan » KEAMPUHAN MEMBACA

KEAMPUHAN MEMBACA

A. Pendahuluan

Membaca adalah  kegiatan yang melibatkan aspek kognitif dan motorik, pikiran dan gerak mata. Ketika membaca, anggota badan yang aktif bukan saja mata, tetapi juga pikiran dan perasaan. Mata bergerak mengikuti deretan huruf demi huruf, sedangkan pikiran memaknai huruf yang kita baca.

Membaca materi bacaan tanpa disertai dengan memaknai isi bacaan itu tentu  membaca kita  tidak berhasil, sia-sia. Perasaan akan menyertai kegiatan membaca untuk merespon isi bacaan tersebut sehingga pikiran dan perasaan kita akan terbawa atau menyetujui seperti jalan pikiran penulis materi bacaan itu.  Schopenhauer ( Hernowo: 2003) mengemukakan bahwa membaca setara dengan berpikir menggunakan pikiran orang lain, bukan pikiran sendiri. Dengan membaca, kita mampu menyelami pikiran orang lain dan menambahkan pemikiran serta pengalaman orang lain ke dalam pemikiran dan pengalaman kita sendiri. Dengan menyelami jalan pikiran dan perasaan orang lain, daya kreatifitas pembaca akan berkembang minimal sejalan atau searah dengan jalan pikiran orang lain tersebut. Hal yang dapat diperoleh secara maksimal adalah kreativitas membaca seorang pembaca akan bertambah dengan satu pola pikiran penulis materi bacaan itu.             Dengan demikian kegiatan membaca sebenarnya bukan hanya untuk memperoleh informasi saja, tetapi juga dapat meningkatkan kreativitas pembaca untuk menambah atau bahkan menciptakan wawasan baru bagi dunia di luar pembaca itu sendiri. Dalam dunia pendidikan, tradisi yang sudah melembaga sehubungan dengan kegiatan membaca adalah pengajaran terhadap kegiatan membaca berupa teori –teori tentang cara  ampuh untuk membaca, penggunaan metode pengajaran untuk meningkatkan kemampuan membaca, bukan keampuhan membaca yang ditonjolkan, meskipun hal seperti itu sangat berperan dalam meningkatkan kemampuan membaca. Tetapi, justru motivasi untuk membacalah yang sulit untuk ditimbulkan. Melalui pemaparan atau pengetahuan bahwa kegiatan membaca itu memiliki keampuhan yang sangat dahsyat, diharapkan motivasi untuk membaca dapat meningkat. 

B.   Manfaat Membaca

Buzan ( Hernowo: 2003) mengemukakan bahwa ada tujuh tahap dalam proses membaca, yaitu pengenalan, peleburan, intra integrasi, ekstra integrasi, penyimpanan, pengingatan, dan pengomunikasian. Dari ketujuh proses membaca tersebut kita dapat memperoleh manfaat, yaitu pertama, pengenalan terhadap identitas buku yang akan dibaca dapat menimbulkan perasaan yang nyaman sehingga membacanya pun akan lebih bersemangat. Kedua, peleburan. Setelah mengenal kita masuk pada penyesuaian dan asimilasi. Ketiga, intra integrasi, setelah menyesuaikan diri dengan apa yang kita baca kita pun melakukan proses menghubung-hubungkan antara materi yang satu dengan materi yang lain. Keempat, ekstra integrasi. Setelah sampai taraf mencari sesuatu yang relevan dengan diri kita maka akan sampai pada pengambilan keputusan. Kita dapat mengambil kesimpulan apakah mau menerima atau menolak pikiran penulis bacaan tesebut atau tidak. Kelima, penyimpanan.  Dari hasil bacaan dapat disimpan pengetahuan yang diperoleh. Keenam, pengingatan. Pengetahuan yang sudah diperoleh dapat diingat kembali apabila diperlukan untuk saat-saat tetentu. Pada saat ujian misalnya. Ketujuh, pengomunikasian. Pengkomunikasian dapat berarti komunikasi dengan diri sendiri maupun dengan para tokoh berkaitan dengan pengetahuan yang sudah diperoleh.

          Selain  ketujuh manfaat proses membaca yang dikemukakan Buzan tadi, ada sejumlah manfaat lain yang dapat kita peroleh dari kegiatan membaca sebagaimana dikemukakan oleh Hernowo (2003). Manfaat tersebut penulis istilahkan sebagai keampuhan  membaca karena saking hebatnya efek yang dapat kita peroleh dari membaca itu. Keampuhan tersebut sebagai berikut.

1.      Memicu imajinasi. Imajinasi dapat dikembangkan melalui membaca. Seringnya membaca hasil karya orang lain kita dapat mereka-reka atau mengembangkan embrio gagasan orang lain dengan lebih baik. Berdasarkan ide kecil yang bersumber dari ide orang lain dapat disusun menjadi ide yang lebih besar bahkan mungkin dapat mengubah cara pandang yang sudah umum. Contoh, melalui membaca, seseorang dapat berbeda pendapat tentang materi yang disuguhkan dalam bacaan. Untuk menguatkan argumen tersebut , kita melakukan penelitian untuk mencari bukti bahwa pendapatnya itu bertentangan. Melalui itu maka mungkin akan berubahlah paradigma yang sudah lama mengakar menjadi paradigma baru karena dapat dibuktikan dengan hasil penelitian kita.

2.     Meningkatkan Kepercayaan Diri

Keampuhan lain membaca yang dapat kita ambil adalah  dapat meningkatkan rasa percaya diri. Pergaulan atau interaksi antar personal dapat terwujud apabila ada penerimaan dari orang lain terhadap diri kita. Apabila  diri kita merasa rendah diri maka hubungan antar personal tidak akan terwujud. Kerendahdirian itu mungkin disebabkan oleh kekurangmampuan menyesuaikan diri. Penyesuaian diri dapat dilakukan dengan komunikasi. Bentuk komunikasi dapat berupa lisan dan tulisan. Komunikasi lisan membutuhkan pengetahuan untuk mengimbangi pembicaraan. Berbekal pengetahuan yang diperoleh melalui bacaan hal tersebut dapat terselesaikan sehingga rasa percaya diri akan tumbuh dalam situasi komunikasi dalam bentuk apa pun, baik dalam komunikasi informal maupun formal, lisan maupun tertulis.

3.     Pembaca yang Baik Memiliki Peluang untuk Hidup Lebih Baik

Penelitian yang dilakukan oleh  Krasen ( Hernowo: 2003) mengemukakan bahwa pembaca bebas dan sengaja (MBS) memiliki peluang untuk dapat hidup lebih baik, sedangkan mereka yang tidak memupuk kebiasaaan membaca yang menyenangkan ada kemungknan tidak memiliki peluang untuk hidup lebih baik, mereka akan menemui masa-masa sulit dalam hal baca-tulis pada tingkatan yang cukup tinggi dalam menghadapi tuntutan dunia kini.

4.     Membaca Menyebabkan Seseorang Menjadi Pandai Menulis

Masih menurut penelitian yang dikemukakan Krasen ( Hernowo: 2003), seseorang belajar menulis lewat membaca, semakin banyak membaca semakin baik tulisannya.

5.     Membaca Buku Dapat Terhindar dari Kerusakan Jaringan Otak di Hari Tua

Hernowo dalam bukunya yang berjudul Quantum Reading (2003) mengemukakan bahwa berdasarkan hasil penelitian mutakhir menyatakan bahwa membaca buku dapat membantu seseorang untuk menumbuhkan saraf-saraf baru di otak sehingga akan terhindar dari kerusakan jaringan otak di hari tua.

6.     Membaca Bisa Membuat Seseorang Lebih Cerdas

Pandangan terhadap kecerdasan manusia dewasa ini sudah berkembang menjadi beberapa jenis kecerdasan yang pertama kali dikemukakan oleh Howard Gardner dalam tulisannya Frames of Mind pada tahun 1983. Kecerdasan itu terdiri atas tujuh kecerdasan yaitu, kecerdasan musik, gerak badan, logika-matematika, linguistik, ruang, antar pribadi, dan intra pribadi. Tujuh kecerdasan yang dikemukakan oleh Howard Gardner tersebut mungkin beberapa diantaranya dimiliki oleh seseorang, dalam arti ada orang yang memiliki tiga kecerdasan sekaligus.

               Kecerdasan itu pada dasarnya bisa digali dan diasah  sesuai dengan pembawaannya, tetapi bisa dibentuk tergantung kepada bagaimana cara menggalinya itu. Membaca dapat dijadikan salah satu cara untuk mengasah kecerdasan seseorang. Untuk menguasai kosakata yang termasuk ke dalam kecerdasan linguistik, dapat ditempuh melalui membaca, karena dengan banyak membaca akan semakin banyak kosakata yang dikuasai seseorang dan memungkinkan untuk dapat menerapkan kosata kata tersebut dalam kegiatan berbahasanya. Dengan membaca dan mnyerap kosakata yang diperoleh lewat bacaan memungkinkan dalam otaknya terdapat basis data yang melimpah.

 

C.   Motivasi sebagai Modal Dasar Membaca

              Meskipun membaca memiliki manfaat yang banyak bagi kehidupan manusia, namun masih banyak hambatan untuk membuat orang suka membaca. Faktor penyebabnya adalah kurangnya motivasi, baik motivasi dari dalam diri sendiri maupun motivasi yang berasal dari luar pribadi seseorang. Untuk menanggulangi hal itu, sebenarnya dapat diatasi dengan menetapkan terlebih dahulu manfaat yang dapat diambil dari kegiatan membaca. DePorter dalam bukunya yang berjudul Quantum Learning  (2002) mengemukakan bahwa pada umumnya manusia dalam melakukan semua kegiatan dalam hidupnya selalu bertanya tentang apa manfaat bagi dirinya. Apabila kita sudah dapat menetapkan manfaat yang mungkin dapat kita peroleh dari kegiatan membaca maka pastilah motivasi akan timbul. Pada umumnya dalam melakukan sebuah kegiatan seseorang akan melakukannya dengan sungguh-sungguh apabila terdapat kepentingan untuk melakukan hal itu bagi dirinya. Melalui dorongan dari luar orang tersebut akan dengan sungguh-sunguh melaksanakannya. Demikian juga dengan membaca, apabila kita dapat menetapkan pandangan kita sendiri terlebih dahulu tentang manfaat membaca maka otomasis kita akan melakukan membaca secara serius tanpa disertai embel-embel hanya untuk mematuhi perintah seseorang.

Usaha untuk mengasah dalam menetapkan manfaat membaca untuk diri sendiri perlu dilakukan secara bertahap, tidak akan muncul dengan sendirinya. Apabila motivasi yang timbul dari diri  sendiri sudah terbentuk  maka kegiatan yang dilakukan akan secara habis-habisan karena motivasi yang berasal dari diri sendiri akan bertahan lebih kuat dibandingkan dengan motivasi yang berasal dari luar.

 

D.   Simpulan

Berdasarkan paparan yang telah penulis kemukakan di atas, penulis dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa membaca memiliki keampuhan yang luar biasa untuk kehidupan manusia. Keampuhan tersebut diantaranya memicu imajinasi, menambah percaya diri, menimbulkan hidup lebih lebih baik, menjadi pandai menulis, terhindar dari kerusakan jaringan otak, dan menjadi lebih cerdas.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Gardner, Howard. 2003. Kecerdasan Majemuk. Jakarta: Interaksara.

Hernacki, Mike dan DePorter, Bobbi. 2002. Quantum Learning. Bandung: Kaifa

 

Hernowo. 2003. Quantum Reading. Bandung: MLC

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s