Beranda » Pendidikan » Renungan tentang Pendidikan Kita

Renungan tentang Pendidikan Kita

Pendidikan adalah sebuah budaya manusia modern, meskipun manusia purba pun sudah mengenal namanya pendidikan. Tetapi pendidikan manusia masa kini jauh lebih canggih daripada manusia purba. Meskipun lebih canggih, benarkah pendidikan masa kini lebih dapat memanusiakan manusia? Menurut saya sih belum tentu. Mengapa? Karena pendidikan masa kini tidak menjamin seseorang yang memperolehnya menjadi manusia yang benar-benar manusia. Lho, memang manusia apa yang dihasilkan pendidikan masa kini? Lihat saja kenyataan yang dapat Anda temui di masyarakat. Apakah orang yang berpendidikan tinggi sudah dijamin dapat menjadi manusia beradab? Bandingkan dengan mereka yang tidak menempuh pendidikan. Tentu saja pendapat saya ini tidak berlaku untuk semua orang. Pendapat klasik mengatakan bahwa orang pintar akan memakan orang bodoh. Betapa jahatnya orang pintar itu ya. Lantas siapa yang memakan orang pintar? Yang Maha Gaib tentunya. Saya masih ingat obrolan sesepuh di kampung saya, beliau mengatakan bahwa agar rakyat dapat diatur dan tidak membangkang pada pemimpin jangan beri kesempatan mereka perpengetahuan, biarkan mereka bodoh.

Bila kita lihat hasil pendidikan di negara kita, banyak di antara kita yang mengatakan belum menghasilkan apa-apa. Coba saja kita lihat  produk-produk kebutuhan kita sehari-hari, apakah ada yang dihasilkan oleh bangsa kita? Ada sih ada. Tapi berapa persen? Coba kita amati, beberapa tahun belakangan ini, betapa menjamurnya alat komunikasi yang dapat kita gunakan dengan berbagai merek. Apakah ada yang berlabel Indonesia? Kita diserbu oleh berbagai macam merk yang berasal dari negeri orang, dan tanpa merasa bersalah sedikitpun kita pun rame-rame menggunakan berbagai macam produk itu dalam waktu yang relatif sebentar. Setiap bulan kita dapat mengganti handphon atau kendaraanpun sekalipun. Apakah salah? Tidak juga kalau Anda memang mampu membelinya. Tetapi sadarkah kita bahwa kita sebenarnya sudah menjadi tamu di negeri sendiri? Apa-apa yang kita perlukan dipenuhi oleh hasil pemikiran orang lain. Di kemanakan sebenarnya pemikiran kita. Kemana orang-orang hasil tempaan pendidikan kita atau orang-orang yang sudah diberi tugas pemerintah kita untuk belajar ke negeri orang?

Dunia pendidikan kita memiliki beribu-ribu pendidikan tinggi. Mengutip pembicaraan Prof. Dr. Rochim, koordinator Kopetis Wilayah IV, dari sekian ribu pendidikan tinggi kita yang paling banyak peminatnya adalah keilmuan dalam bidang hukum, ekonomi, dan pendidikan. Bagaimana hasilnya? Kita tahu hukum di negara kita bagaimana, ekonomi kita bagaimana, dan hasil pendidikan kita bagaimana? Mungkin ada yang salah yah dalam sistem pendidikan kita?

Terlepas ada tidaknya yang salah dari sistem pendidikan yang ada di negara kita, mungkin sudah waktunya bagi kita untuk mencoba secara perlahan memeprbaiki sitem tersebut meskipun hanya diri kita yang dapat melakukannya. Sedikit demi sedikit, lama-lama akan menjadi benang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s