Beranda » Pendidikan » Ada Apa dalam Kurikulum 2013?

Ada Apa dalam Kurikulum 2013?

Sosialisasi kurikulum 2013 yang disampaikan Mendikbud Bapak M. Nuh di Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia hari Sabtu tanggal 16 Maret 2013, di antaranya berisi tentang beberapa hal pokok perbedaan kurikulum 2013 dengan kurikulum KBK dan kurikulum KTSP. Perbedaan tersebut  salah satunya berkaitan dengan  penyempurnaan pola pikir perumusan kurikulum  seperti yang dipaparkan beliau tampak dalam tabel berikut:

No KBK 2004 KTSP 2006 Kurikulum 2013
1 Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari Standar Isi Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari kebutuhan
2 Standar Isi dirumuskan berdasarkan Tujuan Mata Pelajaran (Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran) yang dirinci menjadi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Standar Isi diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan melalui Kompetensi Inti yang bebas mata pelajaran
3 Pemisahan antara mata pelajaran pembentuk sikap, pembentuk keterampilan, dan pembentuk pengetahuan Semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan,
4 Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran Mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai
5 Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain, seperti sekumpulan mata pelajaran terpisah Semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti (tiap kelas)

Salah satu hal menarik dari isi tabel di atas yaitu pada  penetapan  standar kompetensi   lulusan.  Standar kompetensi lulusan pada KBK dan KTSP diturunkan dari standar isi, sedangkan pada kurikulum 2013 standar kompetensi lulusan diturunkan dari kebutuhan. Ilustrasi terhadap penetapan standar kompetensi lulusan ini diibaratkan  Pa Menteri  pada pembuatan sebuah baju. Jika pada kurikulum KBK dan KTSP pada saat akan membuat sebuah baju,    langkah yang dilakukan dengan membuat masing-masing bagian dari  baju tersebut sehingga hasilnya akan berupa baju yang tidak sesuai dengan kebutuhan karena setiap bagian dibuat oleh masing-masing tanpa menyesuaikan dengan bagian-bagian baju lainnya. Sementara itu, pada kurikulum 2013, langkah yang dilakukan dengan menetapkan dulu jenis baju yang akan dibuat sehingga bahan yang disiapkan pun disesuaikan dengan kebutuhan. Oleh karena itu maka hasil baju yang dibuat dengan cara pertama tadi jika dibandingkan dengan cara yang ke dua akan menghasilkan baju seperti di bawah ini.

Pola Pikir KBK 2004 dan KTSP 2006

Baju KBK

Pola Pikir Kurikulum 2013

Untitled

Selain pola pikir, yang menjadi perubahan dalam kurikulum 2013 adalah  perluasan dan pendalaman materi, penguatan proses, proses penilaian, penyesuaian beban siswa dan beban guru.

Langkah perluasan dan pendalaman itu seperti tampak pada uraian berikut:

1. Evaluasi ulang ruang lingkup materi:
     a. Meniadakan materi yang tidak esensial atau tidak relevan bagi siswa
     b. Mempertahankan materi yang sesuai dengan kebutuhan siswa
     c. Menambahkan materi yang dianggap penting dalam perbandingan internasional
2. Evaluasi ulang kedalaman materi sesuai dengan tuntutan perbandingan internasional [s/d reasoning]
3. Menyusun kompetensi dasar yang sesuai dengan materi yang dibutuhkan.
Penguatan  proses pembelajaran berlandaskan pada kompetensi abad ke-21 yang meliputi: kehidupan dan karir, pembelajaran dan inovasi, serta informasi media dan teknologi. Oleh karena itu,  pembelajaran  tidak cukup hanya untuk meningkatkan  pengetahuan [melalui core subjects] , harus dilengkapi dengan kemampuan kreatif-kritis dan berkarakter kuat (bertanggung jawab, sosial, toleran, produktif, adaptif, dll.
Di samping itu didukung dengan kemampuan memanfaatkan informasi dan berkomunikasi.
Pelaksanaan  proses penilaian  tidak hanya menggunakan jenis tes, tetapi dilengkapi dengan penilaian lain termasuk portofolio siswa. Di samping itu diperlukan dukungan lingkungan pendidikan yang memadai. Berikut rambu-rambu yang harus diperhatikan dalam masalah penilaian:
1. Mendukung keseimbangan penilaian: tes standar serta penilaian normatif dan sumatif
2. Menekankan pada pemanfaatan umpan balik berdasarkan kinerja peserta didik
3. Membolehkan pengembangan portofolio siswa
Untuk mencapai penilaian yang baik , lingkungan belajar pun harus disiapkan sehingga mampu:
1. Menciptakan latihan pembelajaran, dukungan SDM dan infrastruktur
2. Memungkinkan pendidik untuk berkolaborasi, berbagi pengalaman dan integrasinya di kelas
3. Memungkinkan peserta didik untuk belajar yang relevan dengan konteks dunia
4. Mendukung perluasan keterlibatan komunitas dalam pembelajaran, baik langsung maupun online
 Semua itu menuntut kreativitas.  Adapun pembelajaran yang mendukung kreativitas seperti yang dikutip dari Dyers (2011) bahwa: 2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui pendidikan, 1/3 sisanya berasal dari genetik; kebalikannya berlaku untuk kemampuan intelijensia yaitu: 1/3 dari pendidikan, 2/3 sisanya dari genetik;
kemampuan kreativitas diperoleh melalui observing [mengamati], questioning [menanya], associating [menalar], experimenting [mencoba] dan networking [membentuk jejaring].

Langkah untuk penguatan proses pembelajaran melalui penggunaan pendekatan saintifik dengan cara mengamati, menanya, mencoba, menalar,….; menggunakan ilmu pengetahuan sebagai penggerak pembelajaran untuk semua mata pelajaran; menuntun siswa untuk mencari tahu, bukan diberi tahu [discovery learning], menekankan kemampuan berbahasa sebagai alat komunikasi, pembawa pengetahuan dan berpikir logis, sistematis dan kreatif.

Langkah yang dapat dilakukan dalam penguatan proses  penilaian dengan mengukur tingkat berpikir siswa mulai dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi, menekankan pada pertanyaan yang membutuhkan pemikiran mendalam (bukan hanya hapalan), mengukur proses kerja siswa bukan hanya mengukur hasil kerja siswa, dan menggunakan portofolio hasil kerja siswa.
 Hal lainyang terdapat kurikulum 2013 yaitu  penyesuaian beban siswa dan beban guru. Hal itu dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.
Pelaku Beban Penyelesaian
Guru Menyusun Silabus Disediakan buku pegangan guru
Mencari buku yang sesuai
Mengajar beberapa mata pelajaran dengan cara berbeda Pendekatan tematik terpadu menggunakan satu buku untuk semua mata pelajaran sehingga dapat selaras dengan kemampuan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge
Mengajar banyak mata pelajaran
Menggunakan bahasa Indonesia sebagai penghela mata pelajaran yang lain sehingga selara
Menggunakan ilmu pengetahuan sebagai penggerak pembahasan
Murid Mempelajari banyak mapel
Mempelajarai mata pelajaran dengan cara berbeda
Membeli buku Penyedian buku teks oleh pemerintah/daerah
Membeli lembar kerja siswa

Secara keseluruhan, isi kurikulum 2013 mengandung tema kurikulum yang dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, afektif melalui penguatan sikap, keterampilan dan pengetahuan yang terintegrasi.

Langkah yang dapat dilakukan guru sebagai ujung tombak untuk mencapai keberhasilan  pelaksanaan kurikulum 2013 yaitu melalui keterbukaan hati untuk segera tanggap pada perubahan  dan bersiap diri untuk berubah. Masa depan bangsa berada di tangan guru.
Sumber: Paparan Mendikbud pada Sosialisasi Kurikulum 2013 di UPI pada tanggal 16 Maret 2013.
 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s